DEONTOLOGI JURNALISME: Etika Profesi Jurnalis di Era Determinisme Teknologi
Penulis:
Dr. Fahmy Fotaleno, S.IP., M.I.Kom
Editor :
Fauzan Abrori
Desain Cover dan Tata Letak :
Tim Alfa Pess Pustaka
ISBN : Dalam Pengajuan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah jurnalisme secara drastis. Kecepatan distribusi informasi, dominasi media sosial, algoritma platform digital, hingga tekanan bisnis berbasis trafik telah menghadirkan tantangan baru bagi profesi jurnalis. Dalam situasi tersebut, etika jurnalistik sering kali berada pada posisi yang rentan untuk dikompromikan demi kepentingan popularitas dan kecepatan publikasi. Buku “Deontologi Jurnalisme: Etika Profesi Jurnalis di Era Determinisme Teknologi” membahas secara mendalam bagaimana prinsip-prinsip etika profesi jurnalis menghadapi tekanan perubahan teknologi digital. Dengan berpijak pada konsep deontologi Immanuel Kant, buku ini menegaskan bahwa jurnalisme pada hakikatnya dibangun di atas kewajiban moral dengan menyampaikan informasi yang benar, akurat, independen, dan bertanggung jawab kepada publik. Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini menguraikan fondasi filosofis deontologi, pengaruh determinisme teknologi terhadap budaya kerja media, dilema etis dalam praktik jurnalistik digital, hingga tantangan yang muncul akibat dominasi algoritma dan media sosial. Buku ini juga menyajikan studi kasus media digital Indonesia yang memperlihatkan bagaimana tekanan bisnis dan tuntutan kecepatan dapat mempengaruhi kualitas serta integritas pemberitaan. Tidak hanya berhenti pada kritik, buku ini menawarkan gagasan mengenai pentingnya membangun ekosistem jurnalisme yang sehat melalui penguatan literasi media, profesionalisme redaksi, jurnalisme presisi, dan komitmen terhadap kode etik jurnalistik. Pembaca diajak untuk memahami bahwa masa depan jurnalisme tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh keberanian menjaga nilai-nilai moral profesi. Ditulis dengan bahasa yang akademis namun tetap komunikatif, buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa komunikasi dan jurnalistik, akademisi, peneliti, praktisi media, serta masyarakat umum yang ingin memahami persoalan etika media di era digital secara lebih mendalam.





Alfa Press Pustaka